Yunianto Tri Atmojo

UNTUK MENJADI PINTAR TIDAKLAH HARUS BAIK, TETAPI UNTUK MENJADI BAIK HARUSLAH PINTAR

Tuesday, September 26, 2006

Mengenal Yahudi Liberal

Di tengah arus liberalisasi Islam di Indonesia, ada baiknya jika sekali waktu, kita menengok berbagai berita tentang pemikiran dan aktivitas Yahudi Liberal (Liberal Judaism). Simaklah, misalnya, sebuah berita di http://www.pinknews.co.uk, yang berjudul ”Liberal Judaism launches gay marriage ceremonies in Britain.” (25-11-2005). Dalam berita yang ditulis oleh Benjamin Cohen ini, disebutkan, bahwa Yahudi Liberal merupakan kelompok agama Yahudi pertama yang memberikan pelayanan jasa perkawinan homoseks. Di kalangan Yahudi Liberal, memang sudah banyak pemuka-pemuka agama (rabbi) yang gay maupun lesbian. Dengan diadakannya seremoni perkawinan sejenis tersebut, maka perkawinan sejenis (homoseksual) bagi kaum Yahudi sudah diakui sama statusnya dengan perkawinan lain jenis (heteroseksual) di kalangan otoritas Rabbi Liberal (Liberal Rabbinic authorities).

Kita, umat Islam, perlu mencermati perkembangan kaum Yahudi liberal tersebut. Sebab, apa yang sudah terjadi pada kaum dan agama Yahudi, kini sedang diterapkan untuk Islam. Di sejumlah situs internet, kita bisa menyaksikan, kaum Yahudi liberal sudah melakukan perombakan besar-besaran terhadap agama mereka, agar agama mereka bisa menyesuaikan dengan nilai-nilai Barat modern. Pengesahan perkawinan homoseksual adalah salah satu contohnya. Di Inggris, misalnya, kaum Yahudi liberal juga sudah memiliki sinagog sendiri, terpisah dengan aliran-aliran Yahudi lainnya.

Kaum Yahudi Ortodoks yang dipimpin oleh Rabbi Sir Jonathan Sacks, menyatakan, bahwa kelompoknya tidak akan mengikuti tindakan kaum Yahudi liberal tersebut. Seorang jurbicaranya menyatakan, “Tidak ada harapan arus utama Yahudi Ortodoks akan mengizinkan perkawinan sesama jenis.” Dari 31 pemuka agama Yahudi (rabbi) yang menjadi anggota penuh “Konferensi Rabbi Yahudi Liberal” (Liberal Judaism’s Rabbinic Conference), empat diantaranya adalah lesbian dan dua orang gay. Kaum Yahudi Liberal memiliki lebih dari 30 kongegrasi dan 10.000 anggota. Melalui apa yang disebut sebagai “The Civil Partnership Law” maka kaum Yahudi memiliki sejarah baru yang memberikan jaminan pengesahan perkawinan homoseksual dan lesbian.

Begitulah tindakan kaum Yahudi Liberal yang sekarang sudah secara resmi menjadi bagian dari agama Yahudi.

Sama dengan Yahudi Ortodoks, Yahudi konservatif, dan sebagainya. Agama Yahudi tidak lagi menjadi satu. Tapi sudah terpecah-pecah menjadi agama yang banyak. Mereka juga dengan ‘kreasinya’ sendiri, mengubah-ubah hukum perkawinan sejenis yang sudah ditegaskan di dalam Bibel mereka sendiri, bahwa tindakan homoseksual adalah tindakan jahat yang harus dijatuhi hukuman berat. Dalam Kitab Imamat: 13, dikatakan: “Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

Tetapi, karena kaum Yahudi Liberal ini ingin agamanya menyesuaikan dengan perkembangan zaman, mereka memandang, tidak ada yang tetap dalam agama mereka. Hukum-hukum agama yang sudah jelas pun mereka ubah-ubah, sesuai dengan keinginan mereka. Bahkan, mereka buat sinagog sendiri, yang akhirnya juga menjadi tempat upacara perkawinan sejenis. Selain sinagog sendiri, kaum Yahudi liberal juga sudah memiliki media massa dan penerbitan buku sendiri.

Apakah Yahudi Liberal itu? Dalam situsnya, www.ulps.org, mereka menjelaskan, bahwa Yahdudi Liberal (Liberal Judaism) mulai muncul pada abad ke-19, sebagai satu upaya untuk menyesuaikan dasar-dasar ajaran agama Yahudi dengan nilai-nilai zaman pencerahan Eropa (Enlightenment) tentang pemikiran rasional dan bukti-bukti sains. Kaum Yahudi liberal berharap mereka dapat menyesuaikan agama mereka dengan masyarakat modern. Kaum Yahudi liberal juga percaya bahwa Kitab-kitab Yahudi (Hebrew Scriptures) –termasuk Taurat – adalah upaya manusia untuk memahami Kehendak Tuhan, dan karena itu, mereka menggunakan Kitab-kitab itu sebagai titik awal dalam pengambilan keputusan. Mereka pun sadar akan kemungkinan kesalahan Kitab mereka dan menghargai nilai-nilai pengetahuan diluar Kitab agama mereka.
(Liberal Judaism believes that the Hebrew Scriptures including the Torah are a human attempt to understand the Divine Will, and therefore uses Scripture as the starting point for Jewish decision making, conscious of the fallibility of scripture and of the value of knowledge outside of Scripture).

Organisasi Yahudi Liberal didirikan tahun 1902 oleh orang-orang Yahudi yang memiliki komitmen terhadap filsafat liberal, dengan tujuan memelihara kepercayaan, tradisi, praktik ritual, dan etika Yahudi dalam dunia kontemporer. Kaum Yahudi liberal bertekad bahwa mereka adalah bagian dari sejarah perjalanan dan dinamika agama Yahudi. Mereka mengaku siap berdialog dengan aliran-aliran lain dalam agama Yahudi, atau dengan agama lain, atau dengan sekularisme. Dan, yang penting, mereka juga selalu siap untuk senantiasa meninjau kembali, memodifikasi dan melakukan inovasi dalam agama Yahudi. Kata mereka: “Ini adalah agama Yahudi yang dulu yang sedang dalam proses menjadi agama Yahudi masa depan.” (It is the Judaism of the past in process of becoming the Judaism of the future).

Itulah sekilas tentang Yahudi Liberal. Serupa dengan Yahudi Liberal adalah gerakan Kristen Liberal. Dalam agama Kristen, sudah lama dikenal juga para teolog Kristen liberal. Sebuah gagasan Kristen Liberal di Amerika Serikat, misalnya, mendasarkan gagasannya pada ‘progresivitas politik’, ‘kepercayaan pada akal, sains, dan demokrasi’ serta ’rekonstruksi iman Kristen’. Kata kunci pada upaya rekonstruksi agama Kristen dilakukan dengan menggunakan metode sosio-historis. Teologi liberal ini juga memandang agama Kristen sebagai gerakan sosio-historis. Charles A. Briggs, seorang Kristen Liberal, menyatakan: “It is sufficient that Bibel gives us the material for all ages, and leaves to an the noble task of shaping the material so as to suit the wants of his own time.” (Lihat, Alister E. McGrath, The Blackwell Encyclopedia of Modern Christian Thought, (Oxford: Blackwell, 1993).

Jika kita cermati pemikiran dan praktik kaum Yahudi dan Kristen Liberal, mereka sama-sama memandang agama mereka sebagai ‘agama sejarah’, agama yang ‘evolutif’, agama yang senantisa berkembang mengikuti zaman dan tempat. Tidak ada yang tetap dalam agama mereka, sehingga boleh saja diubah-ubah.

Maka, seperti telah kita ketahui, mereka tidak segan-segan mengubah konsep teologi dan hukum-hukum yang sebelumnya sudah begitu jelas ditetapkan dalam Bibel. Jika sebelumnya mereka menegaskan, di luar Gereja tidak ada keselamatan (extra ecclesiam nulla salus), maka kemudian mereka mengubah ‘semua agama adalah jalan keselamatan’ (pluralisme). Jika dalam Bibel begitu banyak terdapat perintah menerapkan hukuman mati bagi berbagai jenis kejahatan, maka kemudian mereka juga menghapuskan hukuman mati. Itulah yang disebut sebagai agama sejarah atau ‘historical religion’.

Jika kita cermati ide-ide kaum liberal di Indonesia dari kalangan Muslim, kita bisa melihat adanya ’penjiplakan’ gagasan dari kaum Yahudi Liberal tersebut. Konsep historisitas dalam studi Islam yang diperkenalkan oleh banyak cendekiawan dan dosen saat ini -- yang mengadopsi gagasan Mohammed Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd dan lain-lain -- sama persis dengan gagasan kaum Yahudi Liberal dalam memandang agama dan Kitab agama mereka. Upaya menampatkan al-Quran sebagai ‘teks bahasa’, ‘teks manusia’ dan ‘teks budaya’, atau ‘teks sejarah’ sama persis dengan cara pandang kaum Yahudi Liberal terhadap Kitab-kitab Yahudi.

Karena itu, kita bisa melihat upaya kaum liberal dari kalangan Muslim untuk menyama-nyamakan Islam dengan agama lain. Kaum liberal ini juga sedang bergerak untuk mencontoh kaum Yahudi Liberal dengan mengubah (merusak) konsep-konsep pokok dalam Islam. Mereka sudah mengubah aqidah Islam dengan enyebarkan paham Pluralisme Agama. Mereka merusak syariat Islam, bahkan menyatakan bahwa tidak ada yang disebut sebagai hukum Tuhan, yang ada – kata mereka – adalah hukum karangan manusia. Karena itu, mereka tidak segan-segan menghalalkan perkawinan homoseksual. Pada sampul belakang buku “Indahnya kawin Sesama Jenis” yang ditulis sejumlah mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Semarang dikatakan:

“Dan sebagai warga negara yang hak-haknya dilindungi UUD, sudah semestinya kaum homoseksual diberi hak dan perlindungan untuk bisa menikah secara absah dengan mendapat payung hukum tetap dari negara. Karena itu, kami memandang sangat penting untuk dilakukan revisi UU Perkawinan No 1 Th. 1974 dengan memasukkan poin perlindungan dan pengabsahan kawin sesama jenis. Orang yang tidak mendukung perkawinan sesama jenis adalah orang-orang egois, keras kepala dan serakah, yang tidak layak hidup di bumi ini.”

Para mahasiswa itu juga menutup bukunya tersebut dengan catatan penutup berjudul “HOMOSEKSUALITAS DAN PERNIKAHAN GAY: SUARA DARI IAIN”. Jadi, anak-anak itulah yang mengaku dan mengklaim bahwa suara mereka adalah suara dari IAIN, dimana mereka menyatakan: “Hanya orang primitif saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi iapapun dengan dalih apapun, untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan kebablasan.”

Pemikiran-pemikiran yang jelas-jelas menghancurkan syariat dan aqidah Islam itulah yang dikatakan para mahasiswa Fakultas Syariah IAIN itu sebagai “suara dari IAIN”. Tetapi, kampus yang bersangkutan, kemudian memberi anugerah kepada para mahasiswa yang anti-syariah Islam itu dengan gelar yang mulia sebagai “sarjana hukum Islam”. Biarlah itu menjadi tanggung jawab dunia dan akhirat pimpinan dan para dosen di kampus tersebut.

Ketika memberikan pemaparan tentang gerakan liberalisasi Islam di Indonesia di hadapan sekitar 150 mubalig di Kota Dumai Riau, 2-3 September lalu, ada seorang mubalig alumnis Fakultas Syariah salah salah satu kampus Islam di Yogyakarta yang membenarkan terjadinya proses liberalisasi besar-besaran di kampusnya. Yang tidak mau liberal, katanya, akan terpinggirkan, karena arus utama sudah dikuasai kaum liberal. Dalam satu pengajian di salah satu Masjid di Bekasi seorang Ibu kemudian mengaku resah, bagaimana nasib anaknya yang dikuliahkan di fakultas syariah di kampus tersebut. Saya selalu menyampaikan kepada para orang tua, agar jangan menyerahkan anaknya begitu saja kepada satu institusi kampus yang menggunakan label Islam.

Sebab, di situ sudah campur aduk antara dosen yang menyebarkan pemikiran yang haq dan yang menyebarkan pemikiran yang batil. Meskipun dari 100 orang dosen, hanya 5 saja yang batil, itu sudah sangat merepotkan. Apalagi, jika yang berpikiran batil adalah yang berkuasa di kampus. Merekalah yang menentukan kurikulum, menentukan dosen, dan mengarahkan judul atau tema skripsi atau disertasi mahasiswa. Repotnya lagi, banyak yang merasa benar dalam kebatilan dan berjuang menyebarkan kebatilan, seperti paham relativisme iman.

Dalam kondisi kekacauan pemikiran seperti sekarang, para orang tua wajib memahami pemikiran Islam, wajib mengaji lagi dengan baik, agar bisa mengetahui jenis pemikiran dan buku-buku yang dibaca anak-anaknya. Para orang tua juga perlu mengenal mana dosen yang masih baik dan mana yang sudah kena virus liberal, sehingga bisa menitipkan anaknya di bawah bimbingan dosen-dosen yang baik. Untuk apa belajar gama Islam, jika hasilnya malah menjadi ragu dan menentang Islam?

Dengan berkaca pada fenomena Yahudi Liberal, kita bisa menduga, mungkin dalam jangka waktu tidak lama lagi, kaum liberal akan mendirikan masjid khusus untuk kaum liberal, dengan ustad-ustad atau kyai liberal, dan dengan pengajian-pengajian liberal. Bukan tidak mungkin, di masjid itu nanti akan ada imam wanita tanpa jilbab dengan makmum campur aduk laki-laki dan wanita, seperti sudah dilakukan oleh Amina Wadud di Amerika. Bukan tidak mungkin pula, ’masjid liberal’ itu akan menjadi tempat berlangsungnya perkawinan antar-agama dan perkawinan kaum homoseksual dan lesbian. Secara ide, semua pemikiran itu sudah mereka sebarluaskan ke tengah masyarakat.

Semua itu sudah terjadi pada Yahudi dan Kristen. Kaum Yahudi liberal sudah punya sinagog sendiri. Kaum Kristen liberal juga punya gereja sendiri. Kita tinggal menunggu kaum liberal di kalangan Muslim akan mengikuti jejak Yahudi dan Kristen yang menjadi idola dan kiblat mereka. Tapi, kita berharap, mudah-mudahan kelompok liberal dari kalangan kaum Muslim itu segera sadar dan bertobat, menyadari kekeliruannya, sehingga tidak semakin jauh dalam merusak Islam. Tetapi, kita tidak perlu risau dengan tindakan mereka, sebab masing masing manusia hanya bertanggung jawab pada amalnya sendiri

Wednesday, September 06, 2006

Holocaust


Holocaust (dari
bahasa Yunani: holokauston yang berarti "persembahan pengorbanan yang terbakar sepenuhnya") adalah genosida sistematis yang dilakukan Jerman Nazi terhadap berbagai kelompok etnis, keagamaan, bangsa, dan sekuler pada masa Perang Dunia II.
Bangsa
Yahudi di Eropa merupakan korban-korban utama dalam Holocaust, yang disebut sebagai "Penyelesaian Terakhir Terhadap Masalah Yahudi". Jumlah korban Yahudi umumnya dikatakan mencapai enam juta jiwa, meskipun perkiraan dari para sejarawan berkisar antara lima hingga enam setengah juta jiwa. Namun sebenarnya tidak benar bila jumlah Yahudi yang terbunuh itu 6 juta, sebab saat itu penduduk Yahudi di Eropa tidak sampai 6 juta, dan dari 600.000 penduduk Jerman Yahudi, 400.000 jiwa telah diusir atas perintah Hitler.
Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap "tidak disukai" antara lain adalah bangsa
Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental, homoseksual, Saksi Yehuwa (Jehovah's Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Roma dan Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka ditangkap dan dibunuh. Jika turut menghitung kelompok-kelompok ini di samping kaum Yahudi, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 11 atau 26 juta jiwa.

Bangsa Arab


Bangsa Arab (
Arab:عرب ʻarab) adalah sebuah grup etnik yang heterogen yang berada sepanjang Timur Tengah dan Afrika Utara.
Bangsa Arab aslinya berasal dari
Jazirah Arab dan menyebar ke seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara dengan penyebaran agama Islam.
Siapa seorang Arab?
Tradisi Injil: Dalam konteks Injil adalah seseorang yang merupakan keturunan Abraham melalui putranya Ismael, dan putranya Medan dan Median. Abraham memiliki putra yang bernama Ismael melalui selirnya yang berasal dari Mesir, Hagar. Istri Abraham dari yang bernama Sara meminta Abraham mengirim jauh-jauh Hagar dan Ismael ke Padang Pasir. Kitab Kejadian 25:18 menyatakan bahwa Ismael mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur, Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka. Hawila sampai Syur mungkin adalah daerah timur laut Sungai River seperti yang disebut dalam Kejadian 2:11. Ismael menikah dengan perempuan Mesir dan ayah dari 12 anak laki-laki, yang menjadi kepada dari 12 suku Arab. Dengan demikian, Ismael merupaka leluhur dari dua belas suku dari Ishmaelites atau Arab Timur Tengah, yang dapat menguasai 3/4 Mesir.Abraham juga menikah dengan Keturah, yang memiliki dua orang putra, Medan dan Midian (dimana Medianites berasal). Mereka dapat menguasai sekurang-kurangnya 1/2 Mesir; jika Medan dan Media menikahi perempuan Mesir (seperti yang dilakukan Ismael) mekera dapat menguasai 3/4 Mesir. Kedua suku ini kemungkinan adalah Afrika atau Badui padang pasir. Meidianites kemudian menurut Injil disebut Ishmaelites.
Tradisi Islam: Seorang Arab adalah seseorang yang memiliki keturunan dari Nabi Ismail, anak dari Nabi Ibrahim.
Ethnic identity: someone who considers him or herself to be an Arab (regardless of racial or ethnic origin) and is recognized as such by others.
Bahasa: seseorang yang bahasa pertamanya adalah Bahasa Arab (termasuk variannya); definisi ini mencakup lebih dari 250 juta orang. Bahasa Arab termasuk dalam lingkup Bahasa Semit.
Genealogical: seseorang yang dapat melacak nenek moyang ke habitat asal di Semenanjung Arab.
Political: seseorang yang menjadi penduduk atau warga suatu negara dimana Bahasa Arab adalah bahasa resmi atau bahasa nasional, atau anggota dari Liga Arab atau bagian dari Dunia Arab; definisi ini dapat mencakup lebih dari 300 juga orang. someone who is a resident or citizen of a country where Arabic is an official or national language, or is a member of the Arab League or is part of the wider Arab world; this definition would cover more than 300 million people, but it is rather simplistic and rigid in that it excludes the entire Diaspora but includes indigenous or migrant minorities.

Bangsa Arab (
Arab:عرب ʻarab) adalah sebuah grup etnik yang heterogen yang berada sepanjang Timur Tengah dan Afrika Utara.
Bangsa Arab aslinya berasal dari
Jazirah Arab dan menyebar ke seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara dengan penyebaran agama Islam.
Siapa seorang Arab?
Tradisi Injil: Dalam konteks Injil adalah seseorang yang merupakan keturunan Abraham melalui putranya Ismael, dan putranya Medan dan Median. Abraham memiliki putra yang bernama Ismael melalui selirnya yang berasal dari Mesir, Hagar. Istri Abraham dari yang bernama Sara meminta Abraham mengirim jauh-jauh Hagar dan Ismael ke Padang Pasir. Kitab Kejadian 25:18 menyatakan bahwa Ismael mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur, Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka. Hawila sampai Syur mungkin adalah daerah timur laut Sungai River seperti yang disebut dalam Kejadian 2:11. Ismael menikah dengan perempuan Mesir dan ayah dari 12 anak laki-laki, yang menjadi kepada dari 12 suku Arab. Dengan demikian, Ismael merupaka leluhur dari dua belas suku dari Ishmaelites atau Arab Timur Tengah, yang dapat menguasai 3/4 Mesir.Abraham juga menikah dengan Keturah, yang memiliki dua orang putra, Medan dan Midian (dimana Medianites berasal). Mereka dapat menguasai sekurang-kurangnya 1/2 Mesir; jika Medan dan Media menikahi perempuan Mesir (seperti yang dilakukan Ismael) mekera dapat menguasai 3/4 Mesir. Kedua suku ini kemungkinan adalah Afrika atau Badui padang pasir. Meidianites kemudian menurut Injil disebut Ishmaelites.
Tradisi Islam: Seorang Arab adalah seseorang yang memiliki keturunan dari Nabi Ismail, anak dari Nabi Ibrahim.
Ethnic identity: someone who considers him or herself to be an Arab (regardless of racial or ethnic origin) and is recognized as such by others.
Bahasa: seseorang yang bahasa pertamanya adalah Bahasa Arab (termasuk variannya); definisi ini mencakup lebih dari 250 juta orang. Bahasa Arab termasuk dalam lingkup Bahasa Semit.
Genealogical: seseorang yang dapat melacak nenek moyang ke habitat asal di Semenanjung Arab.
Political: seseorang yang menjadi penduduk atau warga suatu negara dimana Bahasa Arab adalah bahasa resmi atau bahasa nasional, atau anggota dari Liga Arab atau bagian dari Dunia Arab; definisi ini dapat mencakup lebih dari 300 juga orang. someone who is a resident or citizen of a country where Arabic is an official or national language, or is a member of the Arab League or is part of the wider Arab world; this definition would cover more than 300 million people, but it is rather simplistic and rigid in that it excludes the entire Diaspora but includes indigenous or migrant minorities.

Tuesday, September 05, 2006

Ruh

Karena dunia material yang kita indra hanyalah persepsi-persepsi yang dilihat oleh ruh, lalu apa yang menjadi sumber persepsi-persepsi ini?

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, materi tidak memiliki wujud yang dapat mengatur dirinya sendiri. Materi hanyalah sebuah persepsi, sesuatu yang sifatnya “artifisial” (buatan). Karenanya, persepsi-persepsi ini mestinya disebabkan oleh kekuatan lain. Dengan kata lain, persepsi adalah sesuatu yang diciptakan. Jelas bahwa ada Sang Pencipta. Yang menciptakan seluruh alam material, yakni kumpulan persepsi-persepsi, yang diciptakanNya tanpa henti. Pencipta ini adalah Allah Yang Maha Kuasa. Fakta bahwa langit dan bumi bukanlah sesuatu yang stabil, dan keberadaanya hanyalah karena diciptakan Allah. Semuanyanya akan lenyap setelah Dia menghentikan penciptaannya. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut ini:
Allah lah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap. Sungguh jika keduanya lenyap, tak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya kecuali Allah. Sungguh Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Surat Fatir: 41)

Sunday, September 03, 2006

Jaringan Yahudi di Indonesia

Dengan judul Sahabat Akrab, foto Reuters yang dimuat sejumlah harian ibukota pekan lalu memperlihatkan Menlu AS Condoleeza Rice berjabatan tangan dengan PM Israel Ehud Omert di Jerusalem. Keduanya tertawa-tawa, seolah-olah puas karena pasukan Israel berhasil melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat Lebanon dan Palestina -- kebanyakan diantaranya wanita dan anak-anak.Israel yang mendapat dukungan AS juga mempergunakan senjata-sernjata pemusnah massal yang dinyatakan terlarang oleh konvensi Jenewa. Amerika Serikat yang kini makin terus terang membela Israel, menolak gencatan senjata dan menghendaki penyerbuan sekutunya itu ke Lebanon tanpa menghiraukan berapapun korban jiwa. Sementara, pakar hukum dari sebuah universitas ternama di AS tidak menyebutkan serangan Israel itu sebagai kejahatan perang.Itulah sikap negara imperialis yang mengklaim kampiun hak azasi manusia (HAM). HAM memang milik mereka, bukan milik kita. Sementara PBB tidak berdaya melihat kekejamaan di luar perikemanusiaan itu. Bung Karno pernah menyatakan bahwa PBB nyata-nyata menguntungkan Israel dan merugikan negara-negara Arab. Pernyataan itu dikemukakan saat Indonesia keluar dari organisasi dunia tersebut.Konon, warga Yahudi sudah sejak kolonial Belanda banyak berdiam di Indonesia, khususnya di Jakarta. Pada abad ke-19 dan 20 serta menjelang Belanda hengkang dari Indonesia, ada sejumlah Yahudi yang membuka toko-toko di Noordwijk (kini Jl Juanda) dan Risjwijk (Jl Veteran) -- dua kawasan etlie di Batavia kala itu -- seperti Olislaeger, Goldenberg, Jacobson van den Berg, Ezekiel & Sons dan Goodwordh Company.Mereka hanya sejumlah kecil dari pengusaha Yahudi yang pernah meraih sukses. Mereka adalah pedagang-pedagang tangguh yang menjual berlian, emas dan intan, perak, jam tangan, kaca mata dan berbagai komoditas lainnya.Sejumlah manula yang diwawancarai menyatakan, pada tahun 1930-an dan 1940-an jumlah warga Yahudi di Jakarta banyak. Jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Karena mereka pandai berbahasa Arab, mereka sering dikira keturunan Arab. Sedangkan Abdullah Alatas (75 tahun) mengatakan, keturunan Yahudi di Indonesia kala itu banyak yang datang dari negara Arab. Maklum kala itu negara Israel belum terbentuk. Seperei keluarga Musri dan Meyer yang datang dari Irak.Di masa kolonial, warga Yahudi ada yang mendapat posisi tinggi di pemerintahan. Termasuk gubernur jenderal AWL Tjandra van Starkemborgh Stachouwer (1936-1942). Sedangkan Ali Shatrie (87) menyatakan bahwa kaum Yahudi di Indonesia memiliki persatuan yang kuat. Setiap Sabat (hari suci umat Yahudi), mereka berkumpul bersama di Mangga Besar, yang kala itu merupakan tempat pertemuannya.Menurut majalah Sabili, dulu Surabaya merupakan kota yang menjadi basis komunitas Yahudi, lengkap dengan sinagognya yang hingga kini masih berdiri.Sedangkan menurut Ali Shatrie, mereka umumnya memakai paspor Belanda dan mengaku warga negara kincir angin. Sedangkan Abdullah Alatas mengalami saat-saat hari Sabat dimana warga Yahudi sambil bernyanyi membaca kitab Talmut dan Zabur, dua kitab suci mereka.Pada 1957, ketika hubungan antara RI-Belanda putus akibat kasus Irian Barat (Papua), tidak diketahui apakah seluruh warga Yahudi meninggalkan Indonesia. Konon, mereka masih terdapat di Indonesia meski jumlahnya tidak lagi seperti dulu. Yang pasti dalam catatan sejarah Yahudi dan jaringan gerakannya, mereka sudah lama menancapkan kukunya di Indonesia. Bahkan gerakan mereka disinyalir telah mempengaruhi sebagian tokoh pendiri negeri ini. Sebuah upaya menaklukkan bangsa Muslim terbesar di dunia (Sabili, 9/2-2006).Dalam buku Jejak Freemason & Zionis di Indonesia disebutkan bahwa gedung Bappenas di Taman Surapati dulunya merupakan tempat para anggota Freemason melakukan peribadatan dan pertemuan. Gedung Bappenas di kawasan elit Menteng, dulunya bernama gedung Adhuc Stat dengan logo Freemasonry di kiri kanan atas gedungnya, terpampang jelas ketika itu. Anggota Freemason menyebutnya sebagai loji atau rumah syetan. Disebut rumah syetan, karena dalam peribadatannya anggota gerakan ini memanggil arwah-arwah atau jin dan syetan, menurut data-data yang dikumpulkan penulisnya Herry Nurdi.Freemasonry atau Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda masuk ke Indonesia dengan beragam cara. Terutama lewat lembaga masyarakat dan pendidikan. Pada mulanya gerakan itu menggunakan kedok persaudaraan kemanusiaan, tidak membedakan agama dan ras, warna kulit dan gender, apalagi tingkat sosial di masyarakat.Dalam buku tersebut disebutkan, meski pada tahun 1961, dengan alasan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, Presiden Sukarno melakukan pelarangan terhadap gerakan Freemasonry di Indonesia. Namun, pengaruh Zionis tidak pernah surut. Hubungan gelap 'teman tapi mesra' antara tokoh-tokoh bangsa dengan Israel masih terus berlangsung. (RioL)(Alwi Shahab )

Runtuhnya Teori Evolusi

Sebagian orang yang pernah mendengar “teori evolusi” atau “Darwinisme” mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia.
Filsafat tersebut adalah “materialisme”, yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta, yaitu Allah. Dengan mereduksi segala sesuatu ke tingkat materi, teori ini mengubah manusia menjadi makhluk yang hanya berorientasi kepada materi dan berpaling dari nilai-nilai moral. Ini adalah awal dari bencana besar yang akan menimpa hidup manusia.
Kerusakan ajaran materialisme tidak hanya terbatas pada tingkat individu. Ajaran ini juga mengarah untuk meruntuhkan nilai-nilai dasar suatu negara dan masyarakat dan menciptakan sebuah masyarakat tanpa jiwa dan rasa sensitif, yang hanya memperhatikan aspek materi. Anggota masyarakat yang demikian tidak akan pernah memiliki idealisme seperti patriotisme, cinta bangsa, keadilan, loyalitas, kejujuran, pengorbanan, kehormatan atau moral yang baik, sehingga tatanan sosial yang dibangunnya pasti akan hancur dalam waktu singkat. Karena itulah, materialisme menjadi salah satu ancaman paling berat terhadap nilai-nilai yang mendasari tatanan politik dan sosial suatu bangsa.
Satu lagi kejahatan materialisme adalah dukungannya terhadap ideologi-ideologi anarkis dan bersifat memecah belah, yang mengancam kelangsungan kehidupan negara dan bangsa. Komunisme, ajaran terdepan di antara ideologi-ideologi ini, merupakan konsekuensi politis alami dari filsafat materialisme. Karena komunisme berusaha menghancurkan tatanan sakral seperti keluarga dan negara, ia menjadi ideologi fundamental bagi segala bentuk gerakan separatis yang menolak struktur kesatuan suatu negara.
Teori evolusi menjadi semacam landasan ilmiah bagi materialisme, dasar pijakan ideologi komunisme. Dengan merujuk teori evolusi, komunisme berusaha membenarkan diri dan menampilkan ideologinya sebagai sesuatu yang logis dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus komunisme, menuliskan The Origin of Species, buku Darwin yang mendasari teori evolusi dengan “Inilah buku yang berisi landasan sejarah alam bagi pandangan kami”1.
Namun faktanya, temuan-temuan baru ilmu pengetahuan modern telah membuat teori evolusi, dogma abad ke-19 yang menjadi dasar pijakan segala bentuk ajaran kaum materialis, menjadi tidak berlaku lagi, sehingga ajaran ini — utamanya pandangan Karl Marx — benar-benar telah ambruk. Ilmu pengetahuan telah menolak dan akan tetap menolak hipotesis materialis yang tidak mengakui eksis-tensi apa pun kecuali materi. Dan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa segala yang ada merupakan hasil ciptaan sesuatu yang lebih tinggi.

Saturday, September 02, 2006

Sabat

Sabat (שבת shabbāṯ, "istirahat" dalam bahasa Ibrani, atau Shabbos dalam ucapan Ashkenazi), adalah hari istirahat setiap minggu dalam Yudaisme. Hari Sabat dirayakan dari saat sebelum matahari terbenam pada hari Jumat hingga tibanya malam pada hari Sabtu. Perayaan ini dilakukan oleh banyak oarng Yahudi dengan berbagai tingkat keterlibatan dalam Yudaisme. Dari kata Sabat ini diperoleh istilah Sabbath dalam bahasa Inggris, Sabt dalam bahasa Arab (السبت), dan Sabtu dalam bahasa Indonesia. Dari kata ini pula muncul konsep sabatikal.
Etimologi
Kata shabbat dalam bahasa Ibrani berasal dari kata kerja shabat, dalam bahasa yang asma, yang secara harafiah berarti "berhenti", atau shev yang berarti "duduk". Meskipun shabbat hampir secara universal diterjemahkan "istirahat" atau suatu "masa istirahat", terjemahan yang lebih harafiah adalah "berhenti", dengan implikasi "berhenti dari melakukan pekerjaan". Jadi Sabat adalah hari untuk orang berhenti bekerja, dengan implikasinya beristirahat. Kata Ibrani untuk melakukan "mogok", misalnya, shevita, berasal dari akar kata Ibrani yang sama dengan shabbat, dan mengandung implikasi yang sama, yaitu bahwa para buruh yang mogok secara aktif berhenti melakukan pekerjaan, dan bukan secara pasif "beristirahat".
Kebetulan, hal ini menjelaskan pertanyaan teologis yang sering diajukan tentang mengapa
Allah perlu "beristirahat" pada hari yang ketujuh dalam penciptaan, seperti yang dikisahkan dalam Kitab Kejadian. Bila dipahami bahwa Allah "berhenti" bekerja dan bukannya "beristirahat" dari kerjanya, penggunaan ini lebih konsisten dengan pandangan Alkitab tentang Allah yang mahakuasa yang tidak membutuhakn "istirahat". Namun demikian, artikel ini akan mengikuti terjemahan yang jauh lebih umum tentang sabat sebagai "istirahat".
Kebingunan linguistik yang lazim menyebabkan banyak orang percaya bahwa kata itu berarti "hari ketujuh." Meskipun akar kata untuk "tujuh", atau "sheva", sama dengan ucapannya, tulisannya berbeda.
[
sunting]
Definisi
Perayaan Sabat disebutkan beberapa kali di dalam
Torah, terutama sebagai perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah (Keluaran 20:8-11 dan Ulangan 5:12-15). Contoh-contoh lainnya adalah Keluaran 31:12-17 dan 35:2-3, Imamat 19:3 dan 30, 23:3 dan Bilangan 28:9-10 (Korban). Sabat diacu secara langsung oleh para nabi Yesaya (56:4,6) dan Yehezkiel (ps. 20, 22, 23) dan Nehemiah 9:14, selain sejumlah rujukan lainnya dalam Alkitab Ibrani.

[
sunting]
Perayaan Sabat
Sabat adalah hari perayaan dan salah satu hari
beribadah. Pada hari Sabat orang Yahudi menyajikan makanan yang berlimpah sebanyak tiga kali setelah kebaktian di sinagoga selesai: pada Jumat malam, Sabtu tengah hari, dan Sabtu sore sebelum Sabat berakhir. Lebih banyak orang Yahudi yang berusaha menghadiri kebaktian di sinagoga pada hari Sabat, meskipun pada hari-hari lainnya mungkin tidak.
Kecuali
Yom Kippur (karena hari itu bukanlah hari yang menyedihkan, melainkan hari raya yang besar), hari-hari puasa umum ditunda atau dimajukan sehari bila jatuhnya bersamaan pada hari Sabat, dan orang-orang berduka yang menjalani Shivah dari luarnya berusaha tampil biasa saja selama hari Sabat. Mereka bahkan dilarang memperlihatkan tanda-tanda kedukaan di depan umum.
[
sunting]
Kegiatan wajib
Menurut
sastra rabinik, orang Yahudi diperintahkan Allah untuk merayakan (menghindari kegiatan yang dilarang) dan mengingat (dengan kata-kata, pikiran, dan tindakan) Sabat. Kedua tindakan ini dilambangkan oleh penyalaan dua batang lilin pada akhir Jumat sore (tidak kurang dari 18 menit sebelum matahari tenggelam pada hari Jumat) oleh kaum perempuan Yahudi, biasanya ibu/istri.
Meskipun kebanyakan hukum Sabat bersifat melarang, hukum keempat dari
Sepuluh Perintah Tuhan dalam Kitab Keluaran diambil oleh Talmud untuk mengacu kepada aspek-aspek yang positif dari Sabat. Hal itu antara lain adalah:
Pengucapan kiddush pada secawan
anggur kosher sebelum makan untuk menghormati hari itu di malam hari dan pagi hari, sambil menekankan kekudusan harinya (lihat Daftar Doa-doa Ibrani);
Tiga kali makan dengan penuh sukacita yang minimal meliputi
roti (potongan roti challah yang tradisional) dan daging (menurut kebanyakan pandangan tradisional).
Mempelajari Torah (lihat bawah);
Mengucapkan
Havdalah pada berakhirnya Sabat pada Sabtu malam (diucapkan pada secawan anggur, dengan rempah-rempah yang harum, dan lilin).
[
sunting]
Kegiatan yang dilarang
Artikel utama:
39 categories of activity, dan [[]], dan [[]], dan [[]], dan [[]]
Hukum Yahudi melarang penganutnya melakukan segala bentuk melachah ("kerja", plural "melachot") pada hari Sabat. Melachah tidak sama artinya dengan definisi "kerja" dalam bahasa lain. Artinya pun tidak sama dengan definisi istilahnya sebagaimana dipergunakan dalam
fisika. Kata ini mengacu kepada 39 kategori aktivitas yang dilarang oleh Talmud dilakukan oleh orang Yahudi pada hari Sabat; ke-39 kategori ini disimpulkan secara eksegetis (berdasarkan perbandingan terhadap ayat-ayat Alkitab yang sepadan) dari jenis-jenis pekerjaan yang perlu untuk membangun Kemah Suci. Banyak ahli agama yang telah menunjukkan bahwa semua kegiatan ini mempunyai kesamaan -- semua aktivitas ini bersifat "kreatif", atau kegiatan yang mengandung kontrol atau kuasa terhadap lingkungan seseorang.
[
sunting]
Ke-39 kegiatan yang dilarang
Berdasarkan Traktat Sabat
Mishnah 7:2, ke-39 kegiatan yang dilarang itu adalah:
Menabur;
Membajak;
Menuai;
Mengikat berkas gandum;
Threshing;
Menampi;
Memilih;
Mengasah;
Memilah;
Kneading;
Membuat roti;
Menggunting wol;
Mencuci wol;
Memukuli wol;
Mewarnai wol;
Memintal;
Menenun;
Making two loops;
Menenun dua lembar benang;
Memisahkan dua lembar benang;
Mengikat;
Melepaskan ikatan;
Menjahit robekan;
Merobek;
Menjerat;
Memotong hewan;
Flaying;
Mewarnai kulit binatang;
Scraping hide;
Menandai kulit binatang;
Memotong kulit hingga menjadi bentuk tertentu;
Menulis dua atau lebih huruf;
Menghapus dua atau lebih huruf;
Membangun;
Meruntuhkan bangunan;
Mematikan api;
Menyalakan api;
Memberikan sentuhan terakhir pada sebuah benda;
Memindahkan benda dari tempat pribadi ke tempat umum, atau sejauh 4 hasta dalam batas tempat umum;
[
sunting]
Status larangan
Banyak orang Yahudi Ortodoks menghindari larangan "membawa" dengan membuat
kunci mereka bagian dari ikat pinggang mereka.
[
sunting]
Kegiatan yang diizinkan
Kegiatan-kegiatan berikut ini dianjurkan dilakukan pada hari Sabat:
Merayakan Sabat bersama-sama dengan keluarga dekat;
Pergi ke
sinagoga untuk [[ibadah Yahudiberdoa];
Mengunjungi keluarga dan teman (dalam jarak yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki);
Menerima tamu (hachnasat orchim, "keramah-tamahan");
Menyanyikan
zemirot nyanyian-nyanyian khusus untuk makan Sabat (biasanya dinyanyikan pada saat atau setelah makan).
Membaca, mempelajari, dan mendiskusikan
Torah dan tafsirannya, Mishnah dan Talmud, mempelajari Halakha dan Midrash.
Berhubungan seksual dengan suami atau istri, khususnya pada Jumat malam. (
Shulchan Aruch menggambarkan hal ini sebagai "mitzvah ganda," karena menggabungkan prokreasi dengan sukacita Sabat, dan keduanya dianggap diperintahkan oleh Torah.)
Menurut para rabi
Reform, segala sesuatu yang meningkatkan sukacita Sabat sebagai hari yang khusus dan rohani sangat dianjurkan.[1]

Roket

Roket merupakan peluru kendali atau pesawat terbang yang menghasilkan dorongan melalui reaksi pembakaran dari mesin roket. Dorongan ini terjadi karena reaksi cepat pembakaran/ledakan dari satu atau lebih bahan bakar yang dibawa dalam roket. Dorongan ini digambarkan mengikuti Hukum Pergerakan Newton ke 3. Seringkali definisi roket digunakan untuk merujuk kepada mesin roket.
Dalam istilah militer, Roket merujuk kepada bahan peledak berpendorong tana pengendali. Roket ini bisa diluncurkan oleh
pesawat penyerang darat (roket udara ke permukaan), ditembakkan dari permukaan(darat/laut)ke sasaran diudara(darat ke udara), atau bisa ditembakkan dari permukaan(darat/laut) ke sasaran permukaan yang lain. Ketika era perang Vietnam, terdapat juga roket darat-udara tanpa kendali yang dibuat untuk menyerang pesawat yang terbang dalam formasi.Peluru kendali serupa dengan roket dengan perbedaan sistem kendali untuk memperbesar kemungkinan mengenai sasaran.
Ukuran Roket berbeda dari model kecil yang bisa dibeli di toko hobi di negara-negara tertentu, sampai yang berukuran besar
Saturn V yang digunakan untuk program Apollo.
Untuk penjelajahan angkasa luar yang tidak terdapat udara maka roket tersebut harus membawa sendiri
bahan bakar dan oksigen untuk menghasilkan daya doromg yang diperlukan.
Kebanyakan roket saat ini adalah roket kimia. Mesin roket ini memerlukan bahan bakar padat atau cair, seperti bahan bakar cair Booster/penguat
Pesawat ulang-alik dan mesin utamanya yang digunakan untuk melepaskan diri dari gravitasi bumi. Reaksi kimia dimuali di ruang bakar dengan bahan bakar (dengan udara atau oksigen bila di ruang angkasa) dan gas panas yang dihasilkan mengalir dengan tekanan tinggi keluar melalui saluran yang menuju ke arah belakang roket. Tekanan gas yang menyembur keluar inilah yang menghasilkan gaya dorong bagi roket sehingga roket dapat bergerak maju atau ke atas.
Terdapat konsep jenis roket lain yang semakin sering digunakan di luar angkasa adalah
pendorong ion, yang menggunakan energi elektromagnet bukan tenaga dari reaksi kimia. Roket termal nuklir juga telah dibangun, tetapi tidak pernah digunakan.
Dalam sejarah, Roket pertama dibuat oleh
China sekitar 300 S.M., menggunakan mesiu. Pada mulanya digunakan untuk kepentingan hiburan / keagamaan (untuk menghalau hantu setan), dengan bentuk petasan, tetapi kemudian digunakan dalam peperangan pada abad ke 11. Oleh karena dalam peluncuran roket tekanan yang diberikan pada dinding peluncur roket lemah, penggunaan roket dalam perperangan mendahului penggunaan meriam, yang memerlukan teknologi logam yang lebih tinggi. Peranan roket dalam peperangan intens digunakan pada pihak Eropa ketika Kerajaan Usman. Selama beberapa abad roket tetap menjadi misteri di dunia Barat.
Pada akhir abad ke 18, roket digunakan dalam peperangan di
India melawan Inggris, yang mengambil dan memajukannya lebih lanjut pada abad ke 19. Tokoh utama dalam bidang roket ketika ini adalah William Congreve. Dari situ, penggunan roket ketenteraan merebak keseluruh Eropa. Cahaya merah roket memberi inspirasi kepada lagu kebangsaan US, The Star-Spangled Banner.
Roket ketika itu amat tidak efisien. Roket modern bermula ketika
Robert Goddard meletakkan corong de Laval pada kamar pembakaran mesin roket, menggandakan daya dorong dan meningkatkan keeffisen, membuka kemungkinan kepada perjalanan vertikal ke angkasa. Teknik ini kemudiannya digunakan pada roket V-2, dirancang oleh Wernher Von Braun yang menjadi pemain utama dalam memajukan roket modern. V2 digunakan secara luas oleh Adolf Hitler dalam fase akhir Perang Dunia II sebagai senjata teror kepada penduduk Inggris, setiap peluncuran yang berhasil menjulang tinggi ke angkasa menandai awal Zaman Angkasa.

Peluru Kendali Jericho

Peluru kendali Jericho adalah nama umum yang diberikan kepada peluru kendali balistik jarak serdahana (MRBM)Israel. Nama tersebut diambil dari kontrak pembangunan yang ditandatangani antara Israel dan Dassault pada 1963. Seperti banyak projek berkaitan dengan program senjata nuklir Israel butiran terperinci sukar di dapati dalam alam umum (public domain).
Peluru kendali Jericho I pertama sekali dikenal pasti sebagai sistem beroperasi pada lewat
1971. Ia adalah 13.4 m panjang, diameter 0.8 m, seberat 6.5 tan. Ia mempunyai jarak 500 km dan Kemungkinan ralat bulatan "Circular error probable" (CEP) 1,000 [[meterm], dan ia mampu membawa beban sekitar 400 kg. Ia direka untuk membawa kepala peledak nuklear. Pembangunan permulaan adalah bersama dengan Perancis, Dassault membekalkan pelbagai sistem peluru berpandu semenjak 1963 dan jenis dikelaskan MD-620 diuji pelancarannya pada 1965. Tetapi kerjasama dengan Perancis terbantut dengan sekatan senjata semenjak Januari 1968. Penyelidikan diteruskan oleh IAI di kemudahan Beit Zachariah dan kos program tersebut meningkat hampir $1 billion pada 1980. Walaupun menghadapi masalah sistem pensasar, dipercayai hampir 100 peluru berpandu jenis ini dihasilkan.
Sistem ini dipertingkatkan sekitar
1985, ia dikenali sebagai Jericho II, menggunakan bahan api pepejal, 13 tan, sistem dua-peringkat. Terdapat beberapa pelancaran ujian ke Laut Tengah dari 1987 sehingga 1992, paling jauh sekitar 1,300 km, kebanyakannya dari kemudahan di Palmahim, selatan Tel Aviv. Kualitas sistem ini juga tidak diketahui dengan jelas tetapi dipercayai menyamai US MGM-31 Pershing. Ini disebabkan kerajaan Amerika Serikat membekalkan bantuan teknikal yang banyak kepada Israel pada 1970s.
Dipercayai bahawa Jericho II membentuk asas kepada, 23 ton Shavit NEXT pelancar satelit tiga-peringkat (menyerupai RSA-3
Afrika Selatan), pertama sekali dilancarkan pada 1988 dari Palmachim. Berasaskan prestasi Shavit dianggarkan bahawa sebagai peluru berpandu balistik ia mempunyai jarak maksima sejauh 4,500 km dengan beban terhad 250 kg.
Dikatakan juga bahwa sistem Jericho IIb atau Jericho III telah disiapkan atau sedang dibangunkan.

Apa itu Yahudi?


Yahudi ialah sebuah istilah yang sedikit rancu sebab bisa merujuk kepada sebuah agama atau suku bangsa. Jika dilihat berdasarkan agama, istilah ini merujuk kepada umat agama Yahudi, tidak peduli apakah mereka keturunan Yahudi atau tidak.
Berdasarkan etnisitas, kata ini merujuk kepada keturunan Eber (Kejadian 10:21) atau Yakub, anak Isak, anak Abraham (Ibrahim) dan Sarah. Etnik Yahudi juga termasuk Yahudi yang tidak memegang kepada agama Yahudi tetapi beridentitas Yahudi dari segi tradisi.
Agama Yahudi ialah kombinasi antara agama dan suku bangsa. Agama Yahudi dibahas lebih lanjut dalam artikel agama Yahudi; artikel ini hanya membahas dari segi suku bangsa saja. Kepercayaan semata-mata dalam agama Yahudi tidak menjadikan seseorang menjadi Yahudi. Di samping itu, dengan tidak memegang kepada prinsip-prinsip agama Yahudi tidak menjadikan seorang Yahudi kehilangan status Yahudinya. Tetapi, definisi Yahudi undang-undang kerajaan Israel tidak termasuk Yahudi yang memeluk agama yang lain.
Halakha, atau hukum-hukum agama Yahudi, memberikan definisi Yahudi kepada seorang yang
beribu Yahudi; atau
seorang yang memeluk agama Yahudi menurut hukum-hukum Yahudi.
Definisi ini diwajibkan oleh Talmud, sumber Hukum-Hukum Tak-tertulis yang menerangkan Taurat, kitab suci asal hukum-hukum Yahudi (lima kitab pertama kitab Tanakh / Perjanjian Lama). Menurut Talmud, definisi ini dipegang semenjak pemberian Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai kira-kira 3.500 tahun dahulu kepada nabi Musa. Sejarawan Yahudi non-Ortodoks berkeyakinan bahwa definisi ini tidak diikuti sehingga tidak lama berlaku, tetapi ia mengaku bahwa definisi ini digunakan sekurang-kurangnya 2.000 tahun sampai saat ini.
Pada akhir abad ke-20, dua kumpulan Yahudi (terutama di Amerika Serikat) yang liberal dari segi teologi, Yahudi Reformasi dan Yahudi Rekonstruksi telah membenarkan orang yang tidak memenuhi kriteria tersebut untuk menyebut diri mereka sebagai Yahudi. Mereka tidak lagi mewajibkan orang memeluk agama tersebut demi memenuhi adat istiadat pemelukan tradisional, dan mereka menganggap seseorang sebagai Yahudi jika ibu mereka bukan Yahudi, asalkan berayah Yahudi.

Friday, September 01, 2006


mac donald bikin kita ketagihan like a drugs... jauhi!
bahayanya lebih besar dari drugs sungguhan....


Die! Zionis!

JIKA SEMUA KEBERADAAN MATERIAL YANG KITA TAHU HANYALAH PERSEPSI-PERSEPSI, LALU APA ITU OTAK?

Karena otak kita pun merupakan bagian dari dunia fisik seperti halnya tangan, kaki, atau benda lainnya, maka otak pun merupakan persepsi seperti yang lainnya. Mimpi merupakan contoh yang baik untuk menjelaskan masalah ini. Anggaplah kita sedang melihat sebuah mimpi. Dalam mimpi itu, kita memiliki tubuh khayalan, tangan khayalan, mata khayalan, dan otak khayalan. Jika dalam mimpi ini, kita ditanya, “Di mana Anda melihat?” Kita akan menjawab “saya melihat dalam otak saya”. Padahal sebenarnya, tidak ada otak di sana, melainkan hanya kepala dan otak khayalan. Wujud yang melihat bukanlah otak khayalan dalam mimpi, melainkan “wujud” yang derajatnya jauh lebih tinggi dari itu.

APAKAH KITA TERTIPU OLEH PERSEPSI-PERSEPSI TANPA ADA KORELASI MATERIAL YANG NYATA?

Benar, kita tertipu dengan keyakinan pada persepsi-persepsi tanpa ada korelasi material yang nyata. Demikian ini karena kita tak pernah bisa membuktikan bahwa persepsi-persepsi yang kita tangkap melalui otak memiliki korelasi material. Persepsi-persepsi itu bisa saja timbul dari suatu sumber “buatan”. Kita sering mengalaminya dalam mimpi kita. Kita seolah mengalami suatu kejadian, melihat orang-orang, benda dan susunan-susunan yang seolah nyata. Padahal kenyataanya tidak ada, hanya persepsi-persepsi saja. Tak ada perbedan mendasar antara mimpi dan “dunia nyata”; keduanya sama-sama dialami dalam otak.

Apakah Keberadaan dunia luar suatu keharusan?

Kita tak pernah tahu apakah dunia luar benar-benar ada, karena setiap benda hanyalah kumpulan persepsi-persepsi. Dan persepsi-persepsi ini hanya ada dalam pikiran kita. Maka, satu-satunya dunia yang benar-benar ada adalah dunia persepsi-persepsi. Satu-satunya dunia yang kita tahu hanyalah dunia yang ada dalam pikiran kita; dunia yang dirancang, direkam, dan hidup di sana. Pendek kata, dunia yang diciptakan dalam pikiran kita. Itulah satu-satunya dunia yang kita yakini keberadaannya.

to my edukatif site

triatmojo.wordpress.com

why?

Kenapa jawabanku harus sama seperti yang sudah sudah, karena pertanyaanmu juga sama seperti yang sudah sudah, dan tetap saja kamu berdiri pada posisi yang sama bukan? Bingung, tak tau harus bagaimana! Seperti itukah kan? Sementara suatu masalah harus diselesaikan/ seperti apa hasilnya? sebaik apa dan seburuk apa hasil penyelesaian masalahmu, ya terima itu.. paling tidak kamu berpindah dari tempat kamu berdiri yang sebelumnya.
#Tidak ada salahnya jika kamu selalu berfikir dan menimbang dalam segala hal, begitu juga persoalan. Baik dalam menyelesaikan atau menuntaskan sesuatu, sedangkan semua masalah pasti ada benang merahnya.
Ya sudah nikmati saja hari hari mu dengan segala pemikiran dan pertimbanganmu. Kembalilah bersama orang orang yang harus kamu sayangi. Tunjukkan kalo kamu memang bertanggung jawab. Itu kan yang ingin kamu tunjukkan?
#Tetapi jangan jadi pengecut ataupun pecundang, berusahalah tegas dalam memutuskan sesuatu, kamu seseorang yang tidak mau menelan pil pahit sebuah keputusan, kamu gak mau susah.. kamu gak konsekuen.
#Jangan begitu kamu menyikapinya, apa kamu berharap akan ada keajaiban kedua turun dari langit menyapamu. Tidak tidak lagi, kamu harus bangkit, semangat lagi dan optimislah menatap sesuatu yang didepanmu. Hidup tetap akan berjalan. Tanpa atau ada kamu, masalah bukan berarti dunia kiamat bukan?
Kita selalu bertanya kenapa tuhan? Aku sudah tidak sanggup lagi!! Sedangkan kita tidak pernah menyadari bahwa semua yang terjadi adalah kesalahan kita, kenapa manusia begitu mudahnya menyalahkan keadaan, hanya mencela menghujat menyesali, mengeluh tanpa pernah menyadari dan mengatakan bahwa kitalah penyebab semuanya. Aku tidak sedang membicarakan siapapun karena aku sendiri termasuk di dalamnya, begitu mengetahui bahwa hidup akan meninggalkan dan ditinggalkan, kesedihan selalu datang ketika kita harus meninggalkan orang orang yang kita sayangi demikian juga ketika kita harus kehilangan sesuatu yang kita miliki. Dan jika tiba saatnya semua manusia akan bernasib malang dan mendapatkan jatahnya, kepanikan tiba tiba muncul. Tetapi selalu ada makna dari setiap kehilangan yang pasti kita hanya perlu yakin dan harusnya kita hanya berharap semoga tidak akan terjadi apa apa dan semuanya akan baik baik saja , dan tetapi itu terjadi sekali lagi ataupun berulang kali dalam hidup kita, kita harus berbesar hati dengan meyakinkan diri. Bahwa sesungguhnya inilah yang terbaik.

Menurut Saya see!

Tuhan itu ada dan satu. Dia adalah semua keindahan dan kebaikan, tak ada cacat, kelemahan dan tidak bisa sejajar atau sama dengan manusia atau makhluk lain apapun. Maha agung dan tinggi dia.
Mengapa tuhan menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Serta membuat kehidupan manusia yang hanya membuat kerusakan diatasnya. Karena tuhan hanya ingin menunjukkan keberadaanya dan kebesarannya sebagai tuhan, tidak lebih!!!
Setan tidak bisa membunuh kita tapi setan bisa membuat kita saling bunuh, setan tidak bisa menyakiti kita tapi setan bisa membuat kita saling menyakiti.
Surga dan neraka mungkin tidak pernah ada manusia sudah mendapatkan surga dan nerakanya sendiri di dunia, hasil dari sebab dan akibat yang dia perbuat. Pembalasan akan datang cepat atau lambat- seperti karma yang selalu akan datang tanpa kamu bisa mengelak dan tetapi semua karma yang di dapat akan lebih besar sedikit dari yang dia lakukan. Akibat lebih besar dari nilai sebab yang di lakukan.
Ruh adalah satu ujud tunggal, ber akal dan tak berbentuk. Tubuh hanya tempat peminjaman atau tempat yang representatif untuk di tinggali ruh dengan semua kelengkapan yang dimiliki seluruh tubuh pada jasad. Dan indera adalah sarana. Serta sebuah sebab yang menyebabkan.



kok gambarnya gak isa gerak ya? padahal bisa bugil mih ceweknya he he he

Thursday, August 31, 2006

Israel boy



Red Army ; wow keren